Publication history[edit]

Sekolah was first fully detailed in Deities and Demigods (1980).[2]
Sekolah was detailed in the book Monster Mythology (1992), including details about his priesthood.[3] His role in the cosmology of the Planescape campaign setting was described in On Hallowed Ground (1996).[4] Sekolah's worship was further detailed in the book The Sea Devils (1997).[5]
Sekolah was described briefly in Defenders of the Faith (2000).[6] His priesthood is detailed for 3rd edition in Complete Divine (2004).[7]

Description[edit]

Sekolah resembles nothing so much as a 35-foot-long (11 m) great white shark. He can normally be found hunting giant squid and other prey that he finds suitably challenging.

Relationships[edit]

Sekolah is a rapacious monster who cares nothing, one way or the other, for any race but the sahuagin. Deep Sashelas hates him in particular, however. Demogorgon reviles Sekolah, although he does not act against him directly. Sekolah has nothing to do with the long-imprisoned Anguileusis.
The Great Shark permits the sahuagin to form temporary pacts with other evil deities; he cares little as long as he continues to receive regular sacrifices from his priestesses.

Realm[edit]

Sekolah's realm Sheyruushk is located in Stygia, the fifth of the Nine Hells. The sahuagin petitioners in Shreyruushk surround Sekolah in perfect geometric formations, and any who fall out of line are eaten. Sekolah is a crafty, evil beast, and has been known to surface to converse with (and devour) baatezu ambassadors to the monarch of the deep.

Dogma[edit]

Sekolah represents uncaring force and brutality. He is also a fertility god.

Worshippers[edit]

READ MORE

Tradisi sunat bagi wanita di berberapa negara

Posted by Unknown On Selasa, 31 Juli 2012 0 komentar
Pada berapa tahun terakhir ini Thomas selalu berkampanye agar dihapuskan keharusan sunat terhadap perempuan diAfrika. Bukunya, the circumcision of women : A Strategy for eradication, terbit dilondon. Thomas kini aktif di inter Africa committe khususnya tentang praktek tradisional yang menyangkut kesehatan perempuan dewasa dan anak-anak di afrika. Organisasi ini lahir di Dakar, Senegal, tahun 1984. Kini inter afrika terakhir kali beranggotakan 25 negara dengan kantor pusatnya di Addis Abba dan Janewa. Sedangkan Thomas sendiri sebagai presiden untuk kawasan siera Leone.



Beberapa tahun terakhir ini Thomas selalu berkampanye agar dihapuskan keharusan sunat terhadap perempuan diAfrika. Bukunya, the circumcision of women : A Strategy for eradication, terbit dilondon. Thomas kini aktif di inter Africa committe khususnya tentang praktek tradisional yang menyangkut kesehatan perempuan dewasa dan anak-anak di afrika. Organisasi ini lahir di Dakar, Senegal, tahun 1984. Kini inter afrika terakhir kali beranggotakan 25 negara dengan kantor pusatnya di Addis Abba dan Janewa. Sedangkan Thomas sendiri sebagai presiden untuk kawasan siera Leone.



pemimpin organisasi mesir untuk urusan HAM dibeijing Muhamad mustafa khalil, menyebutkan bahwa 130 juta wanita dari 30 negara di Afrika sebagai korban penyunatan, sedangkan dalam kebudayaan Afrika selama 500 tahunan ini merupakan keharusan bagi kaum wanita afrika. Maksud utamanya adalah untuk meredam nafsu bersenggama, jadi ketika istri ditinggal suaminya berburu ia tidak akan meyeleweng karena nafsu birahinya sudah padam.



Menurut keterangan Thomas sunat pada wanita Afrika memiliki tiga macam yang masih diparktekan hingga saat ini. Pertama yang disebut "sunna", yaitu terjadi clitorydectomy-pemotongan habis seluruh klitoris wanita yang disunat, Cara yang kedua ialah "eksisi" atau pemotongan seluruh klitoris dan seluruh bagian dari labia minora, bibir kelamin. Dan yang ketiga jauh lebih parah, yaitu dipotongnya semua bagian klitoris, labia minora, berikut labia majora, dan dijahitnya vulva, lubang kelamin. hanya sedikit yang tersisa, sekedar untuk aliran urine dan mensturasi.

DiAfrika barat berlaku ketiga macam sunnat ini. Ditanah-tanah peternakan, seperti afrika tengah, juga Dijibouti, Somalia, Sudan, Etiopia, dan Kenya hanya satu macam gaya "infibulasi". Tapi tak berlaku di MAroko, Tunisia, Libia-kawasan yang banyak penduduknya memeluk islam-karena bertentangan dengan ajaran kitab Al-Qur'an.

Cara penyutan juga menyeramkan. Dilakukan tanpa Sterilisasi dan tidak silakukan anestesia, sehingga bisa mengakibatkan pendarahan, infeksi urinisasi, keracunan darah, gangrene, dan tetanus. Ribuan wanita meninggal karena female genital mutilation, yaitu sunat gaya Afrika ini, dan angan ditanya betapa sakitnya para wanita yang merasakan sunat ini.

Sunat gaya Afrika ini memang sudah mentradisi. Menurut Thomas, semula wanita yang marah karena ia dianggap mengekspose kebudayaan Afrika kepada barat, namun, semua usaha kampanyenya itu berhasil menghilangkan kebiasaan sunat Menyiksa gaya Afrika.
"Bagilah Keceriaan Kepada Teman anda dengan Menunjukkan Artikel unik ini

Source :
READ MORE

Ritual Makan Mayat Yang Menjijikkan (Nggak Kuat nggak usah baca)

Posted by Unknown On 0 komentar

Mungkin ini ritual kematian terburuk yang pernah ada. Endocannibalisme adalah praktik di mana orang memakan tubuh orang yang mati. Ide di balik kebiasaan mengerikan ini adalah kepercayaan bahwa dengan memakan tubuh si mati maka sekaligus akan ‘menghisap’ sifat-sifat almarhum untuk asimilasi roh.

Beberapa suku di Amerika Selatan dan Australia dikatakan telah mempraktekkan ritual menyeramkan ini. Tapi banyak akademisi merasa endocannibalisme adalah tuduhan palsu dilemparkan oleh kolonial pada masa awal untuk mendapatkan alasan dominasi politik. Menurut antropolog Napoleon Changon, komunitas Yanomamo di Amerika Selatan masih makan abu dan sisa tulang orang yang mati setelah di kremasi.





"Pengunjung Yang Baik Selalu Meninggalkan Komentar"


Source : 
READ MORE

Tradisi Potong Jari Di Papua

Posted by Unknown On 1 komentar




Apakah ungkapan kesedihan yang dipertunjukkan oleh seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Menangis, barang kali itu yang paling sering kita jumpai. Bagi umumnya masyarakat pengunungan tengah dan khususnya masyarakat Wamena ungkapan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga tidak hanya dengan menangis saja.
 

Biasanya mereka akan melumuri dirinya dengan lumpur untuk jangka waktu tertentu. Namun yang membuat budaya mereka berbeda dengan budaya kebanyakan suku di daerah lain adalah memotong jari mereka.
 

Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras terkenal di Jepang) jika mereka telah melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau gagal dalam menjalankan misi mereka. Sebagai ungkapan penyesalannya, mereka wajib memotong salah satu jari mereka. Bagi masyarakat pengunungan tengah, pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia.
 

Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang begitu mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting. Bagi masyarakat Balim Jayawijaya kebersamaan dalam sebuah keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri.
 

 

pemotongan jari itu umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Namun tidak menutup kemungkinan pemotongan jari dilakukan oleh anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau pun perempuan. Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah 'terulang kembali' malapetaka yang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.
 

Seperti kisah seorang ibu asal Moni (sebuah suku di daerah Paniai), dia bercerita bahwa jari kelingkingnya digigit oleh ibunya ketika ia baru dilahirkan. Hal itu terpaksa dilakukan oleh sang ibu karena beberapa orang anak yang dilahirkan sebelumnya selalu meninggal dunia. Dengan memutuskan jari kelingking kanan anak baru saja ia lahirkan, sang ibu berharap agar kejadian yang menimpa anak-anak sebelumnya tidak terjadi pada sang bayi. Hal ini terdengar sangat eksrim, namun kenyataannya memang demikian, wanita asal Moni ini telah memberikan banyak cucu dan cicit kepada sang ibu.
 

Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringan yang terikat menjadi mati kemudian dipotong.
 

Namun kini budaya 'potong jari' sudah ditinggalkan. sekarang jarang ditemui orang yang melakukannya beberapa dekade belakangan ini. Yang masih dapat kita jumpai saat ini adalah mereka yang pernah melakukannya tempo dulu. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh agama yang telah masuk hingga ke pelosok daerah di Papua.
 

"Pengunjung Yang Baik Selalu Meninggalkan Komentar"

Source : 
READ MORE

Potong Rambut yang satu ini sangat Ekstrim !!

Posted by Unknown On 0 komentar

Kira-kira Beginilah Cara Untuk Potong Rambut Yang paling Ekstrim di China






Source : 
READ MORE